05/04/13

Cerita Dangkal

Faliq Ayken


Aku masih ingat
Saat kau ucapkan kata-kata itu
Buatku kaku dan bisu

Tapi aneh memang
Kau buatku terbang melayang
Dengan keanggunan sampai tak berbilang

Benda biru bisa berjalan
Menaungi sekelumit kisah kita
Tak bisa terbuang dalam ingatan
Walaupun aku terbuang

Aku masih ingat
Sedikit pun aku tak lupa
Saat bibir berselip riang
Kita tenggelam seperti tak bertuhan

Aku tak lupa
Aku masih ingat
Kisah yang hangat
Entah laknat atau nikmat?

Mengingat, 12 Februari 2009


Ciputat,
Minggu, 14 Juni 2009

03/04/13

Sebuah Pesan

Faliq Ayken


Wahai perempuan memesona jiwa
Di ruang ini nada rinduku bersuara
Nada suara pelan: berbisik-bisik
Ditemani alunan musik organik

Senja yang membuatku rindu
Nuansa alam pikirku terpaku
Terbunuh oleh sang pembunuh akal
Membuat gerak pikirku semakin banal

Perempuanku, bolehkah aku mengagumimu?
Aku hanya ingin mengalir seperti air
Jangan engkau tanya kenapa!
Karena aku tak punya jawaban itu

Kini yang tak bisa aku dengar
Mendengar engkau kesakitan
Karena meremehkan waktu makan
Aku tak ingin engkau kehilangan kesempatan


Cilandak,
Sabtu, 15 Agustus 2009

02/04/13

Titik Titik Titik

Faliq Ayken


Terperosok lagi. Aaah...
Apakah ini pertanda aku titik titik titik?
Aku ingin teriak tapi leherku tercekik
Mataku pun tak berkedip

Sosok menyolok montok
Menyudutkan gerak pikiran
Anggun manis seksi
Menyulitkan berbasa-basi

Hahaha. Aku sedang terpelanting
Pada tubuh yang buatku sinting
Aduuuh. Gedubrak. Hahaha...
Aku ingin titik titik titik kamu!
AKU INGIN TITIK TITIK TITIK KAMU!

Aaah, belum sempat kukatakan
Dia hilang menanggalkan lambayan
Pergi dengan tatapan penasaran

Kamu itu pembunuh akalku
Titik


Ciputat,
Jumat, 14 Agustus 2009

01/04/13

Metafora cinta

Faliq Ayken


cinta bagaikan kentut
ditarik sakit
dikeluarkan ribut
but.. but.. but..


Ciputat,
Sabtu, 27 Juni 2009

Huruf Liar -Blog Puisi Faliq Ayken by Ourblogtemplates.com 2014