18/11/17

Ikatan Rindu

Faliq Ayken


1.
Ditemani senyum, secangkir teh hangat
dan sepiring kue-kue kecil kausajikan di meja makan,
teman obrolan masa depan.

2.
Matamu adalah gerimis yang membasahi rindu,
kenangan masa lalu yang kering akan cinta-Mu.

3.
Di tepian kolam, sesekali kau menyuarakan tanda kerinduan.
Matamu sembab, menangis sepanjang penantian.

4.
Pada senja, aku bercanda dengan diam di bawah pepohonan
kering. Berharap kaudatang membawa air kehidupan.

5.
Selamat senja, kekasih, bolehkah aku menulis sajak matahari
yang akan terbenam di hatimu? Mungkin di sana ada cahaya
untuk kata yang lupa kueja.

6.
Cobalah menulis sajak cinta, kekasih,
agar bahagiamu bisa dibagi
dan luka-lukamu bisa terobati.

7.
Cinta adalah kita: aku dan kamu yang sedang berjalan
atau berlari menuju singgasana-Nya.

8.
Dalam keadaan apa pun,
cinta akan menjawab semuanya,
dalam suka maupun duka.


Pondok Petir,
Minggu, 13 April 2014

0 komentar:

Huruf Liar -Blog Puisi Faliq Ayken by Ourblogtemplates.com 2014