23/12/13

Bibliography

Halaman Bibliography ini dikhususkan untuk karya saya berupa buku puisi atau antologi bersama; buku (kumpulan) puisi yang ditulis oleh teman-teman dan saya sendiri. Selamat menikmati sajian-sajian puisi yang ada di blog ini.

21/12/13

About the Author

Faliq Ayken dilahirkan di Kendal Astanajapura, Cirebon. Lahir pada hari Kamis, 1 Juli 1982. Ia tak pernah menginjakkan kakinya di sekolah taman kanak-kanak, bukan karena tak ingin sekolah tapi karena di kampungnya, waktu itu, tak ada sekolah taman kanak-kanak.

Dari kelas satu sampai kelas enam, ia menghabiskan waktunya di SDN (Sekolah Dasar Negeri) Kendal Astanajapura Cirebon. Sekolahnya persis di depan rumah yang ia tempati bersama keluarganya.

Setelah lulus dari SDN Kendal dengan predikat kurang memuaskan. Ia melanjutkan studinya di MTs NU (Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama) Putra 1, Buntet Pesantren Cirebon. Saat kelas tiga, ia memilih jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Dari kelas satu sampai kelas tiga, sekali pun ia tak pernah mendapatkan peringkat pertama, kedua, ketiga, pada buku rapornya. Siswa yang tergolong malas. Karena malas, ia selalu ditunjuk gurunya untuk --menggantikan posisinya-- menulis di papan tulis. Dengan kapur tulis warna putih dan papan tulis yang bukan putih.

MANU (Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama) Putra, Buntet Pesantren Cirebon adalah tujuan studi berikutnya. Masih dalam lingkungan pesantren Buntet. Pada kelas dua, ia memutuskan untuk tinggal di asrama Al-Inaaroh, Kiai Haji Adib Rofiuddin IZZA, sampai lulus sekolah.

Kendal dan Buntet Pesantren adalah tetangga desa yang jaraknya sangat dekat. Jika berjalan kaki dari rumah Faliq Ayken sampai ke sekolah MTs NU Putra 1 dan MANU Putra, kurang lebih akan memakan waktu 30 menit.

Tahun 2002, setelah sembilan tahun sekolah di Cirebon, ia hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studinya di UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta. Fakultas Ushuluddin. Jurusan: Aqidah Filsafat. Tahun 2010, ia lulus dengan predikat kurang memuaskan. Untuk menyelesaikan studi strata satunya, ia menghabiskan waktu delapan tahun. Mahasiswa yang tergolong malas, tidak disiplin, dan tidak visioner. Tapi dengan kuliah S1 delapan tahun, ia merasa puas bisa mempertahankan judul skripsinya: Estetika Puisi Sufistik Hamzah Fansuri, yang dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara. Jika mengingat ini, ia selalu berandai-andai: "Kalau saja waktu bisa diputar, saya akan memutar waktu itu ke masa-masa kuliah tingkat pertama. Kuliah S1 empat tahun dengan mempertahankan judul skripsi yang saya kehendaki," katanya penuh semangat. Melalui skripsi inilah, ia sangat mencintai puisi.

Huruf Liar: Blog Puisi Faliq Ayken adalah blog yang dikelola langsung olehnya. Seluruh isi blog ini adalah karya-karyanya dalam bentuk puisi. Ia bisa dihubungi di hurufliarku@gmail.com atau di twitternya: @faliqayken.

11/04/13

Berbagi Stagi

Faliq Ayken


Aku rindu matamu
Karena itu keunikanmu
Aku ingin kau tetap di sini
Tapi Tuhan menginginkanmu
Pulang lebih awal

Stagi telah berbagi
Sinar cahaya Tiara di Fermezza
Terpancar di sudut ruang masa
Keceriaanmu, kau buat Tuhan
tersenyum berseri-seri


Ciputat,
Jumat, 23 Oktober 2009

10/04/13

Makhluk Mabuk

Faliq Ayken


Dengarkan aku
Aku ingin menyetubuhi-Mu
Berikanlah anggur kepadaku
Aku ingin mabuk bersama-Mu

Aku jenuh
Peluklah akuuuuu
Aku mohon
Aku mohooon


Ciputat,
Senin, 28 September 2009

09/04/13

Ruh Merindu

Faliq Ayken


Liliq tak kuat
Lemah

Keinginanmu
Rindu

Ruh
Menyapa
Anak durhaka


Ciputat,
Minggu, 30 Agustus 2009

08/04/13

Goyah Menyembah

Faliq Ayken


Muak dengan keadaan jiwa
Jiwa yang terkadang goyah
Oleh ceritera-ceritera dunia
Yang penuh tanda tanya

Ingin sekali bisa istiqomah
Menyembah dengan sumringah
Ingin sekali bisa bercumbu
Bersetubuh dengan begitu nafsu

Rindu dengan kata-kata terindah
Rindu dengan pelayan-pelayan
Rindu dengan pelayan dari pelayan
Rindu dengan jiwa yang selalu ada

Maafkan jika aku lantang
Menafsirkan tanda-tanda dalam ceritera
Walaupun aku muak dan tak berdaya
Semua karena aku haus akan ilmu dan cinta-Mu


Ciputat,
Selasa, 18 Agustus 2009

05/04/13

Cerita Dangkal

Faliq Ayken


Aku masih ingat
Saat kau ucapkan kata-kata itu
Buatku kaku dan bisu

Tapi aneh memang
Kau buatku terbang melayang
Dengan keanggunan sampai tak berbilang

Benda biru bisa berjalan
Menaungi sekelumit kisah kita
Tak bisa terbuang dalam ingatan
Walaupun aku terbuang

Aku masih ingat
Sedikit pun aku tak lupa
Saat bibir berselip riang
Kita tenggelam seperti tak bertuhan

Aku tak lupa
Aku masih ingat
Kisah yang hangat
Entah laknat atau nikmat?

Mengingat, 12 Februari 2009


Ciputat,
Minggu, 14 Juni 2009

03/04/13

Sebuah Pesan

Faliq Ayken


Wahai perempuan memesona jiwa
Di ruang ini nada rinduku bersuara
Nada suara pelan: berbisik-bisik
Ditemani alunan musik organik

Senja yang membuatku rindu
Nuansa alam pikirku terpaku
Terbunuh oleh sang pembunuh akal
Membuat gerak pikirku semakin banal

Perempuanku, bolehkah aku mengagumimu?
Aku hanya ingin mengalir seperti air
Jangan engkau tanya kenapa!
Karena aku tak punya jawaban itu

Kini yang tak bisa aku dengar
Mendengar engkau kesakitan
Karena meremehkan waktu makan
Aku tak ingin engkau kehilangan kesempatan


Cilandak,
Sabtu, 15 Agustus 2009

02/04/13

Titik Titik Titik

Faliq Ayken


Terperosok lagi. Aaah...
Apakah ini pertanda aku titik titik titik?
Aku ingin teriak tapi leherku tercekik
Mataku pun tak berkedip

Sosok menyolok montok
Menyudutkan gerak pikiran
Anggun manis seksi
Menyulitkan berbasa-basi

Hahaha. Aku sedang terpelanting
Pada tubuh yang buatku sinting
Aduuuh. Gedubrak. Hahaha...
Aku ingin titik titik titik kamu!
AKU INGIN TITIK TITIK TITIK KAMU!

Aaah, belum sempat kukatakan
Dia hilang menanggalkan lambayan
Pergi dengan tatapan penasaran

Kamu itu pembunuh akalku
Titik


Ciputat,
Jumat, 14 Agustus 2009

01/04/13

Metafora cinta

Faliq Ayken


cinta bagaikan kentut
ditarik sakit
dikeluarkan ribut
but.. but.. but..


Ciputat,
Sabtu, 27 Juni 2009

31/03/13

Melihatmu, Kebahagiaanku?

Faliq Ayken


Mendadak aku diam seketika
Bersua meskipun tak bersapa
Aku bingung harus berbuat apa
Yang jelas aku sangat bahagia

Warna hitam itu melekat di tubuhmu
Diselingi warna merah muda yang memesona
Bagai paduan keindahan dan kesenangan
Dia berjalan di depanku, oh Tuhan aku senang

Masih ada hati ini sampai datangnya nanti
Maafkan aku telah membuatmu sakit hati
Walau kita sama-sama tahu, ia mengikuti diriku
Sama sekali tak marah, bahagiamu bahagiaku

Maaf aku tak menyapa saat bersua
Karena itu pilihanku untuk kebahagiaanmu
Semoga juga untuk kebahagiaanku
Saat ini, melihatmu saja aku senang tak terkira

Tuhan, jagalah dan tuntunlah dia
Agar dia selalu ada di jalan-Mu
Maafkan aku Tuhan, aku tak menyapa saat bersua
Dengan dia, orang yang aku cinta


Ciputat,
Kamis, 18 Juni 2009

28/03/13

Mimpi Malam Itu

Faliq Ayken


Ada kau menyapaku
Di mimpiku malam itu
Aku senang kau ada
Menyapa dengan cinta

Tersenyum sumringah
Bahkan aku pasrah
Saat kau memelukku penuh gairah
Gairah cinta yang terejawantah

Aku larut dalam mimpi malam itu
Selalu bersama, selalu ada sapa
Kau lakukan dengan cinta tulusmu

Aku masih ada untukmu
Sampai sekarang, takkan lekang
Aku ingin menyapamu memelukmu
Walau hanya dalam mimpi malam


Ciputat,
Rabu, 17 Juni 2009

22/03/13

Cerita, Berita, dan Doa

Faliq Ayken


Sebelas Januari, kau ingin menyatu denganku
Dengan meyakinkanku untuk jadi kekasihmu
Alangkah indah mengingat hari itu
Memulai kisah memadu kasih

Kejujuranmu, buatku sulit untuk membencimu
Ketika mengingatmu, aku tersenyum manis
Mengingat kejujuran yang kau berikan

Kejujuran ada di perjalananmu
Kejujuran ada di pemikiranmu
Yang selalu kau tanamkan
Di catatan kita, di suatu masa

Membaca itu kesukaanmu
Begitu pun denganku
Kita memang benar-benar menyatu
Ooh.. indahnya masa-masa itu

Hari ini, Sabtu 30 Mei 2009
Kutulis dengan penuh harap
Di hari yang sangat sakral
Memulai perjalanan kejujuran
Yang pasti akan kau lakukan kemudian

Suamimu adalah surgamu
Taat dan patuhlah!
Jadilah istri yang sholihah!
Kau layak mendapatkannya

Doaku selalu untukmu
Dekaplah suamimu, seperti kau mendekap Tuhanmu
Duh Gusti, izinkan aku memohon kepada-Mu
Jadikan keluarganya sakinah mawaddah warahmah
Jadikan keluarganya selalu diselimuti kasih sayang-Mu

Selamat menempuh hidup baru, kekasih!


Ciputat,
Sabtu, 30 Mei 2009

21/03/13

Mengingatmu

Faliq Ayken


Merasakanmu, cukup satu
Hanya dengan mengingatmu
Mengarungi waktu, di masa lalu
Buatku jatuh, terbunuh

Tak sadarkah kamu?

Tunjukkan padaku!
Kau mampu menjawab semua itu
Agar semua tahu, kau penipu
Menipu keputusanmu, di ruang itu

Tak sadarkah kamu?

Pilihanmu adalah kepribadianmu
Biarlah waktu mengetahui hal itu
Agar kau tahu, kau penipu
Menipu keputusanmu

Mengingatmu, buatku malu
Tak sadarkah kamu?


Ciputat,
Kamis, 28 Mei 2009

19/03/13

Mimi Aya

Faliq Ayken


Mengingatmu, kehampaanku hilang
Memikirkanmu, air mataku datang

Itulah kau: permata hatiku
Tak pernah hilang dari ingatan
Betul-betul mengagumkan

"Belajarlah sungguh-sungguh!" pesanmu
Kau tak pernah lelah ingatkan aku
Sampai kau hidup kembali

Tuhan, Mimi layak berada di surga-Mu
Karena aku bersaksi, Mimi selalu di jalan-Mu
Kasih sayang-Mu aku panjatkan
Hanya untuk Mimi Hj. Nihayah Anwar


Ciputat,
Senin, 25 Mei 2009

18/03/13

Inginku

Faliq Ayken


Lelah menafsir malam
Dalam hening aku terpaku
Berdiri kagum menatap rembulan-Mu

Oo.. Tuhan
Aku ingin seperti rembulan
Bermanfaat penuh kelembutan

Oo.. Tuhan
Fenomena yang engkau berikan
Membuatku terperangah
Engkau begitu indah

Oo.. Tuhan
Bukalah tabir di hatiku
Agar aku bisa baca noumena-Mu

Semoga air mataku tak kering
Mengalir dalam sujudku
Mengalir dalam dzikirku
Membasahi nafas kehidupanku

Oo.. Tuhan
Aku hanya manusia biasa
Peluklah aku! Aku hanya ingin memeluk-Mu


Ciputat,
Minggu, 24 Mei 2009

15/03/13

Air Mata

Faliq Ayken


Air mata
Kenapa engkau selalu menemaniku?
Tidak lelahkah engkau?

Air mata
Aku ingin engkau pergi jauh
Semakin kemari, engkau selalu ada

Air mata
Aku bingung dengan engkau
Aku mencoba tegar
tapi aku tak bisa

Air mata
Berikan padaku jawabmu

Air mata, aku tanya:
Apakah engkau selalu ada untuk orang-orang yang sedih saja?
Apakah engkau juga selalu ada untuk orang-orang gembira saja?
Sudah pasti engkau akan menjawab keduanya
Aku senang mendengarnya, karena itu harapku

Aku dan engkau adalah sahabat sejati
Terima kasih, engkau selalu menemaniku
Walau terkadang aku ingin mengeringkanmu

Air mata
Titip salamku untuknya
Karenanya, aku dan engkau masih bersama


Ciputat,
Sabtu, 23 Mei 2009

13/03/13

Aku Pada-Mu

Faliq Ayken


Ya Allah.. Ya Robbi..
Ya Allah.. Ya Robbi..

Aku mohon kepada-Mu ya Allah
Berikanlah cahaya-Mu di hatiku
Aku mohon kepada-Mu ya Robbi
Berikanlah aku pemahaman seperti Nabi-Mu

Karena aku sayang pada-Mu
Karena aku selalu milik-Mu
Karena aku tahu semua milik-Mu
Karena aku tahu kembali pada-Mu

Aku takkan pernah tahu semua rahasia-Mu
Aku hanya hamba-Mu, takkan bisa menyamai-Mu

Betapa lemah aku ini ya Allah
Berikanlah cahaya-Mu di hatiku
Betapa lemah aku ini ya Robbi
Berikanlah cahaya-Mu di hatiku


Kertamukti,
Jumat, 22 Mei 2009

12/02/13

Al-Anwariyah

Faliq Ayken


Alif Ba Ta Tsa
Dan seterusnya
Menapaki ruang itu

Menghafal dan membaca
Keseharian yang ada
Di Al-Anwariyah tercinta

Menaklukkan kata-kata
Menaklukkan suara-suara
Itulah kegiatan hari-hari kita

Al-Anwariyahku
Al-Anwariyah kita
Semoga terus mengabdi
di jalan Ilahi

Kawan seperjuangan,
Cita-cita Al-Anwariyah
Jangan dipadamkan
Terus dinyalakan
Dengan ilmu yang dulu
kita raih bersama-sama

Al-Anwariyahku
Al-Anwariyah kita
Terima kasih untuk segalanya
Akan kita buktikan, kita bisa

Al-Anwariyahku
Al-Anwariyah kita
Al-Qur'an dan Hadis pedoman kita
Jangan lupa karenanya

Al-Anwariyah
Menunggu waktuku


Ciputat,
Minggu, 24 Mei 2009

11/01/13

Fermezza

Faliq Ayken


Tegas dan pasti
Itulah maknanya
Nama yang berharap
Akan ketegasan
Akan kepastian
Yang berakhir pada kejujuran

Fermezza
Sebuah kisah untukku untuk kita
Ada yang menangis bahkan tertawa
Ada yang kehilangan ibunda tercinta
Bahkan rela untuk menunda
menjenguk ibunda tercinta
Demi bakti dan tanggungjawabnya
Hanya untukmu Fermezza

Fermezza
Berilah kami virus maknamu
Jadikan tubuh kami dan tubuh kita
Selalu terjaga dan dijaga oleh-Nya
Teruslah berkarya dan menjaga!
Teruslah mengabdi dan mencintai!

Fermezza
Nama itu dariku
Untukmu untuk kita
Fermezza di suatu masa
Di TRAPARA: Training Paduan Suara
Ada yang selalu menemaniku
Di setiap waktu dan tak kenal waktu
Mas G-Dim, kaulah teman seperjuangan
Teruslah berjalan dengan kejujuran!

Fermezza
Aku mendoakanmu
Agar di dalam tubuhmu
Tak terjangkit virus-virus instan
Teringat Fermezza berucap:
"Aku ingin tubuhku kompak, berbeda tapi satu.
Tanganku bisa bernyanyi dengan mulutku.
Kakiku bisa tersenyum dengan punggungku.
Apakah tubuhku bisa melakukan itu?"

Fermezza
Tegas dan pasti


Ciputat,
Minggu, 31 Mei 2009

10/01/13

Serpihan Kata untuk Dinda

Faliq Ayken


Ingin menapaki dunia lain
Mengarungi samudera biru
Itulah mimpimu

Menaklukkan kata
Itu pun kesukaanmu
Ejawantahkan rasa
Itu kudengar darimu

Dinda, aku merasa bangga
Jika kamu bisa mewujudkannya

Dinda
Teruslah membaca
Teruslah berkarya

Dinda
Keluargamu pasti terharu bahagia
Melihat keikutsertaanmu di seberang sana

Dinda
Senyummu ingatkanku pada ibu
Semoga jiwanya merasuki jiwamu
Ia begitu indah, sama sepertimu

Dinda
Teruslah membaca
Teruslah berkarya
Buktikan kamu bisa!


Ciputat,
Selasa, 26 Mei 2009

Huruf Liar -Blog Puisi Faliq Ayken by Ourblogtemplates.com 2014