18/03/13

Inginku

Faliq Ayken


Lelah menafsir malam
Dalam hening aku terpaku
Berdiri kagum menatap rembulan-Mu

Oo.. Tuhan
Aku ingin seperti rembulan
Bermanfaat penuh kelembutan

Oo.. Tuhan
Fenomena yang engkau berikan
Membuatku terperangah
Engkau begitu indah

Oo.. Tuhan
Bukalah tabir di hatiku
Agar aku bisa baca noumena-Mu

Semoga air mataku tak kering
Mengalir dalam sujudku
Mengalir dalam dzikirku
Membasahi nafas kehidupanku

Oo.. Tuhan
Aku hanya manusia biasa
Peluklah aku! Aku hanya ingin memeluk-Mu


Ciputat,
Minggu, 24 Mei 2009

1 komentar:

Unknown

Tulisan ini saya posting di 'notes' facebook pada tanggal 24 Mei 2009. Ada beberapa komentar, antara lain:

- Prima Dona: Adoh bang... Sejak kapan dirimu se-melankolis ini? Udahlah, wanita nggak usah dipikirin!

- Faliq Ayken: Emang melankolis untuk wanita aja? Ada-ada aja ente. Dinda jangan di Riau mulu mainnya. Sekali-kali main ke Jakarta.

- Eddy Samjaya: Earth like a woman, and we seduce her all the time.

- Faliq Ayken: Yes, like my Mom.

- Hendra Kurniadi: Udah bersyukur aja. Hehehe...

Huruf Liar -Blog Puisi Faliq Ayken by Ourblogtemplates.com 2014